Tips Gojek ke 100 Organisasi Nirlaba Soal Kampanye Medsos


Tips Gojek ke 100 Organisasi Nirlaba Soal Kampanye Medsos Gojek menggandeng komunitas IndoRelawan terkait dengan pengembangan kapasitas organisasi nonprofit untuk pengumpulan donasi melalui media sosial. (Foto: Gojek)

Gojek menggandeng komunitas IndoRelawan terkait dengan pengembangan kapasitas organisasi nonprofit untuk pengumpulan donasi melalui media sosial.

Armyn Gita, Team Lead Public Affairs GoPay, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem donasi digital di Indonesia melalui GoPay for Good. Dengan kerja sama itu, organisasi nonprofit diharapkan dapat mengembangkan strategi pemasaran digital untuk pengumpulan donasi.

Pelatihan pengembangan kapasitas tersebut dihadiri oleh 200 peserta dari 100 organisasi nonprofit. Inisiatif GoPay for Good sendiri sudah berlangsung sejak Februari 2019.

"Kami menggandeng komunitas IndoRelawan untuk mendorong kapasitas organisasi non profit agar lebih efektif dalam pengumpulan donasi digital," kata Armyn dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (18/9).

Sementara itu, Executive Director IndoRelawan Marsya Nurmaranti menuturkan pihaknya menyambut baik inisiatif dan kolaborasi dengan GoPay. Dia menegaskan hal itu juga sesuai dengan misi organisasi itu yakni peningkatan kapasitas secara berkesinambungan.

"Semangat untuk merangkul komunitas dan organisasi non-profit di Indonesia yang dilakukan GoPay merupakan inisiatif positif yang kami hargai. Kami menyambut baik kolaborasi dengan GoPay di masa depan juga," katanya.

Acara pelatihan sendiri berlangsung pada Selasa (17/9). Pelatihan yang bertema bertajuk 'Belajar Berbagi: How To Kick off Social Media Campaign for Non-profits' digelar di kantor pusat Gojek di Jakarta.


Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190918210059-185-431756/tips-gojek-ke-100-organisasi-nirlaba-soal-kampanye-medsos
Share:

Bukalapak Akui Ada Kendala Unduh Aplikasi di Google PlayStore


Bukalapak Akui Ada Kendala Unduh Aplikasi di Google PlayStore Ilustrasi. (Foto: Dok. Bukalapak)

Bukalapak buka suara terkait hilangnya aplikasi di Google PlayStore yang dikeluhkan pengguna sejak Rabu (18/9) malam hingga Kamis (19/9).

Intan Wibisono, Head of Corporate Communications Bukalapak mengakui saat ini ada kendala bagi pengguna untuk mengunduh aplikasi Bukalapak di Play Store. Menurutnya, aplikasi Bukalapak menghilang lantaran ada upaya pembaruan sistem.

"Kami berfokus pada upaya pembaruan sistem yang saat ini sedang mengalami kendala untuk diunduh melalui Google PlayStore," jelas Intan kepada CNNIndonesia.com melalui pesan teks.


Kendati demikian, Intan memastikan layanan jual beli di Bukalapak dan operasional BukaBantuan tetap bisa diakses normal.

Selain itu, ia mengatkan pengguna yang sudah mengunduh aplikasi tetap bisa menggunakannya dengan normal. Namun ia belum dapat memastikan kapan kendala ini akan berakhir.

"Kami upayakan upaya pembaruan sistem bisa secepatnya selesai," imbuhnya.

Pengguna media sosial sebelumnya mengaku kebingungan lantaran tidak bisa mendapati aplikasi Bukalapak di Google PlayStore. Kendati demikian, aplikasi serupa tetap bisa diunduh di Apple AppStore.







Ada beberapa kemungkinan aplikasi hilang dari Play Store. Misalnya karena dianggap melanggar aturan Play Store atau hal lainnya.


Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190919120957-185-431914/bukalapak-akui-ada-kendala-unduh-aplikasi-di-google-playstore
Share:

Google Dikabarkan Batal Rilis Jam Tangan Pintar Pixel Watch


Google Dikabarkan Batal Rilis Jam Tangan Pintar Pixel Watch Ilustrasi. (Foto: Josh Edelson / AFP)

Google disebut batal memperkenalkan produk jam tangan pintar Pixel Watch di perheletan tahunan yang bakal diadakan Selasa (15/9) nanti.

Semula Google Watch dikabarkan akan menjadi salah satu perangkat yang akan dirilis bersamaan dengan Pixel 4 dan Pixel 4 XL. Namun, kepala perangkat keras Google Rick Osterloh mengatakan pihaknya menunda peluncuran karena ingin mendesain ulang produk.

Menurutnya jam tangan pintar dinilai belum cocok menjadi bagian dari keluarga Google Pixel.

Dilansir 9to5Google, salah satu mantan karyawan Google mengatakan perusahaan sedang berupaya untuk mensinkronkan ponsel Pixel dengan produk jam tangan pintar mereka.


Mengutip BGR, Osterloh menilai Pixel Watch malah nampak seperti model jam tangan pintar Nexus milik LG. Atas alasan itulah Google akhirnya menari perangkat yang sudah mulai memasuki sesi pemotretan untuk materi promosi.

Perusahaan yang berbasis di California ini diketahui akan menyelenggarakan sebuah hajatan pada 15 Oktober mendatang bertajuk 'Made by Google'. Besar kemungkinan Pixel 4 akan menjadi produk yang dirilis Google.

Merujuk pada perhelatan setahun silam, slogan 'Made by Google' menjadi momen Google meluncurkan Pixel 3, Pixel 3 XL, Chromebook terbaru, dan Home Hub.


Pixel 4 disebut mengalami perubahan desain yang signifikan dibandingkan generasi sebelumnya. Kotak berisi lensa utama di sisi belakang menjadikannya tampak seperti iPhone 11 yang baru dirilis pekan lalu.

Desas-desus kemunculan Pixel 4 kian masif terlebih setelah Google membocorkan desain kamera utama dan dua fitur unggulannya, yaitu motion sense dan face unlock.

"Ponsel lain mengharuskan Anda untuk mengangkat perangkat sepenuhnya, berpose dengan cara tertentu, menunggu hingga terkunci, lalu geser ke layar utama. Pixel 4 melakukan semua itu dengan cara yang jauh lebih singkat," ungkap Produk Manager Pixel Brandon Barbello.


Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190919111752-185-431892/google-dikabarkan-batal-rilis-jam-tangan-pintar-pixel-watch
Share:

Fitur Baru Google Photo Tampilkan Kenangan Lama


Fitur Baru Google Photo Tampilkan Kenangan Lama Ilustrasi. (CNN Indonesia/Agnes Savithri)

Google Photos kini menghadirkan fitur terbaru yang dapat mengingatkan lagi pengguna pada momen-momen yang sebelumnya telah tersimpan. Fitur tersebut bernama "Memories".

Dilihat dari tampilannya, Memories mirip dengan Instagram Stories. Kumpulan Memories akan muncul di bagian paling atas Galeri pada aplikasi Google Photos. Untuk dapat melihatnya, pemilik akun hanya perlu mengetuknya.

Dilansir dari Engadget, fitur ini menggantikan fitur dengan fungsi serupa yakni "rediscover this day" yang secara otomatis menampilkan foto-foto lama Anda dan bahkan membuatnya dalam bentuk kolase.

Memories dibuat khusus untuk mengenang memori yang disimpan secara privat karena hanya pemilik akun yang dapat melihatnya. Namun pada beberapa bulan mendatang, Google memungkinkan pengguna untuk membagikan fotonya ke orang lain secara lebih mudah.


Foto yang dibagikan juga diklaim memiliki kualitas aslinya. Pada fitur ini, Google menggunakan machine learning yang mampu memilah kumpulan foto yang sama dan memilih yang terbaik.

Director Google Photos Shimrit Ben-Yair mengatakan bahwa tidak semua foto lama Anda akan muncul pada fitur tersebut.

"Anda memahami bahwa Anda mungkin tidak ingin mengunjungi kembali semua memori Anda, sehingga Anda dapat menyembunyikan orang atau periode waktu tertentu, dan Anda memiliki opsi untuk mematikan fitur ini sepenuhnya," kata Ben-Yair dalam sebuah tulisan blog pekan lalu.

Menggunakan Google Photos, Anda dapat menyimpan dan mencari foto atau tangkapan layar lama Anda dengan cara yang mudah, bahkan jika Anda tidak mengingat lokasi, Google tetap dapat menemukannya.

"Untuk memudahkan menemukan foto atau tangkapan layar yang berisi teks, Anda sekarang dapat mencari berdasarkan teks di foto Anda. Ketika Anda merasa nostalgia untuk masakan rumah, Anda bisa mencari "kue wortel" dan segera menemukan resep ibu Anda."

Google sepertinya juga menyadari betapa berharganya sebuah foto bagi seseorang. Kini, pengguna dapat menyetak foto berukuran 4x6 dan memesannya langsung pada Google Photos.

Sayangnya layanan ini baru tersedia di Amerika Serikat karena hanya dapat mengambilnya secara langsung di CVS Pharmacy dan Walmart terdekat.


Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190918190640-185-431701/fitur-baru-google-photo-tampilkan-kenangan-lama
Share:

Elon Musk Pamer Foto Prototipe Roket Misi ke Mars


Elon Musk Pamer Foto Prototipe Roket Misi ke Mars Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Thom Baur)

 CEO SpaceXElon Musk pamer prototipe roket yang akan digunakan untuk misi ke Mars. Roket yang dinamakan 'Starhopper' ini akan melalui serangkaian tes di Boca Chica, Texas.

Lewat cuitan di akun Twitter pribadinya, Musk mengungkap roket Starhopper dirancang untuk mengukur kemampuan pesawat ruang angkasa untuk melakukan pendaratan.

Bulan lalu Starhopper telah lulus tes penting tahap akhir yang berhasil melakukan pendaratan setelah berada di ketinggian 150 meter dari permukaan.




Prototipe Starhopper baru ini diharapkan membawa peningkatan signifikan dengan adanya penambahan dua atau lebih mesin roket. Lewat cuitannya bulan lalu, Musk mengatakan rangkaian pengetesan roket ini akan rampung pada Oktober. Tahap berikutnya perusahaan akan mengirimkan pesawat ke orbit Bumi.

Sebelum bisa digunakan untuk misi ruang angkasa, roket yang digunakan harus menyentuh kecepatan sekitar 27 ribu kilometer per jam untuk mencapai orbit.

Mengutip CNN, jika semua rencana berjalan mulus maka Starhopper akan digunakan sebagai pendorong raksasa untuk Starship. Starship nantinya akan terlepas dari roket Super Heavy setelah sampai di ruang angkasa.

Starship berikutnya akan menempuh perjalanan dengan kecepatan lebih dari 40 ribu kilometer per jam selama enam bulan sebelum menyentuh permukaan Planet merah.

Misi ambisius SpaceX ini merupakan upaya untuk membangun koloni di Mars. Rencananya misi ini akan menjadi yang pertama dengan membawa awak manusia selama perjalanan dan menghuni Mars.


Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190919152749-185-431985/elon-musk-pamer-foto-prototipe-roket-misi-ke-mars
Share:

Organisasi Nirlaba Apresiasi Donasi Digital ala GoPay

Organisasi Nirlaba Apresiasi Donasi Digital ala GoPay Sejumlah organisasi nonprofit memberikan apresiasi terhadap pelatihan penggunaan media sosial yang diberikan oleh GoPay dalam menggalang donasi digital. (Foto: IndoRelawan)

GoPay menghadirkan program edukasi mengenai penggunaan media sosial untuk kampanye nonprofit. Pelatihan yang diberikan adalah seputar perencanaan kampanye di media sosial untuk memudahkan pengumpulan donasi publik.

Public Affairs Lead GoPay Armyn Gita mengatakan edukasi tersebut agar dapat membantu organisasi di Indonesia untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggalangan dana.

"Melalui rangkaian pelatihan ini kami berharap dapat membantu memudahkan lembaga, yayasan, perkumpulan, asosiasi, hingga rumah ibadah dalam mengumpulkan lebih banyak donasi secara transparan dan lebih mudah," ujar Armyn dalam acara bertajuk Belajar Berbagi: How To Kick off Social Media Campaign for Non-profits, Kamis (19/9).

Acara yang berlangsung di kantor pusat Gojek di Jakarta itu merupakan bagian dari inisiatif GoPay for Good yang sudah berjalan sejak Februari 2019. Inovasi donasi digital GoPay ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena menawarkan kemudahan berdonasi--cukup dengan scan kode QR atau memilih GoPay sebagai metode pembayaran.

Memudahkan Galang Donasi

Manager Fundraising Lazis Muhammadiyah (LazisMu) Edi Muktiono menyatakan pelatihan media sosial dan penggunaan kode QR GoPay untuk donasi digital telah memudahkan organisasinya untuk menggalang donasi.

"Sebagai organisasi yang bergerak di bidang filantropi Islam pada fokus zakat, infak, dan sedekah, LazisMu merasakan manfaat atas pelatihan ini untuk membuat strategi kampanye di media sosial yang lebih efektif dan 'nendang' sehingga mendorong masyarakat lebih tertarik berdonasi," ujar Edi

Senada, Head of Digital Strategist Dompet Dhuafa Indonesia Adi Kurniawan mengaku pihaknya merasakan manfaat yang besar dari kegiatan yang dilakukan oleh GoPay.

"Di era serba digital, GoPay bisa dimanfaatkan untuk memudahkan masyarakat berdonasi. Dengan jumlah pengguna yang sangat banyak, kita bisa memanfaatkan pengguna GoPay. Selain itu, kegiatan pelatihan yang dilakukan GoPay ini juga sesuai dengan tantangan yang dihadapi oleh organisasi nonprofit untuk meningkatkan kesadaran publik," ujar Adi.

Diketahui, hingga saat ini GoPay sudah bekerja sama dengan lebih dari 400 masjid dan yayasan di 14 kota di Indonesia. Dengan bekerja sama dengan GoPay, sejumlah lembaga nonprofit merasakan kemudahan dalam penggalangan donasi publik.


Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190919180744-185-432063/organisasi-nirlaba-apresiasi-donasi-digital-ala-gopay
Share:

Kominfo Gandeng Malaysia Telusuri Kebocoran Data Lion Air

Kominfo Gandeng Malaysia Telusuri Kebocoran Data Lion Air Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyatakan pihaknya bekerja sama dan tengah menunggu izin pemerintah Malaysia untuk membantu menyelidiki kebocoran 21 juta data penumpang Malindo Air.

Dirjen Aplikasi dan Informatika Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan izin ini dilakukan karena kasus kebocoran data penumpang Lion Air terjadi di Malaysia.

"Menunggu, sebab lokasinya di sana [Malaysia]. Kami bisa berkoordinasi menanyakan karena ini kan menyangkut satu entitas perusahaan Indonesia," kata dia kepada awak media di kantor Kemenkominfo, Jakarta, Kamis (19/9).

Semuel mengatakan pihaknya perlu turun tangan lantaran ada kemungkinan data yang dijual di forum daring tersebut terdapat data penumpang dari Indonesia. Terlebih pihak Lion Air Group dianggap sigap melaporkan kasus tersebut kepada Kemenkominfo.

Menyoal sanksi yang akan dijatuhkan kepada Lion Air Grup, Semuel mengatakan pihaknya belum bisa memutuskan karena perlu upaya investigasi agar bisa disesuaikan dengan aturan yang berlaku.

"Kita lihat juga kalau berbicara soal internet itu ada tanggung jawabnya, siapa yang bertanggung jawab makanya perlu investigasi di situ. Baru nanti lihat kadarnya, dilihat pelanggarannya dan dilihat dari aturan hukumnya," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Managing Director Lion Air Group Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi memastikan sat ini data penumpang mereka aman dan sudah tidak ada lagi kebocoran.

"Kami pastikan sampai dengan saat ini data penumpang itu sudah tidak bocor lagi. Lalu, tadi sudah disampaikan ke Pak Dirjen APTIKA bahwa kami melakukan class action dan legal action dengan pihak berwenang di Malaysia karena locus kejadiannya (tempatnya) itu di sana," ucapnya.

Namun, Daniel belum bisa memastikan berapa keseluruhan data penumpang yang bocor karena masih dalam tahap investigasi perusahaan dengan pihak berwenang di Malaysia.

"Sedang dalam proses investigasi. Jadi, data-data orang Indonesia pun kita belum tahu jumlahnya berapa karena seperti yang kita semua ketahui bahwa nama-nama itu [penumpang] juga masih ditutup," jelasnya.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190920105657-185-432183/kominfo-gandeng-malaysia-telusuri-kebocoran-data-lion-air
Share:

Postingan Populer

Recent Posts